welcome to my blog

jangan bosen untuk kembali lagi dan berilah komentar :D

MY BLOG

YOU'RE WELCOME

home

Minggu, 08 Januari 2012

ibu


renungkanlah..,
Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.
Si ibu bertanya : "itu burung apa yg berdiri disana ??"
"Bangau ibu" anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si ibu bertanya lagi..
"Itu yang warna putih burung apa?"
sdikit kesal anaknya menjawab " ya bangau ibu?..."
Kemudian ibunya kembali bertanya
"Lantas itu burung apa ?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang...
Dengan nada kesal si anak menjawab "ya bangau ibu. kan sama saja!..emanknya ibu gak liat dia terbang!"
Air menetes dari sudut mata si ibu sambil berkata pelan.. "Dulu 26 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentak ku 2 kali.."
Si anak terdiam...dan memeluk ibunya.
Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang ibu ?

Senin, 19 September 2011

sumber motivasi: HELLEN KELLER


Kisah Hidup Helen Keller Hellen Adam Keller lahir sebagai anak yang sehat di Tuscumbia,Alabama, Amerika serikat pada 27 Juni 1880 disuatu tempat yang dikenal dengan nama “Ivy Green”. Dari ayahnya, ia merupakan keturunan Alexander Spottswood seorang gubernur colonial dari Virginia yang juga memiliki hubungan dengan keluarg-keluarga pahlawan Utara Amerika. Dari ibunya, ia memiliki hubungan darah dengan keluarga-keluarga new England termasuk Hales, Everetts dan Adamses. Ayahnya bernama Kapten Arthur Keller, seorang editor surat kabar North Alabamian. Kapten Arthur Keller juga memiliki ketertarikan yang kuat kepada kehidupan public dan merupakan orang yang berpengaruh dilingkungannya. Pada tahun 1885 dibawah administrasi Cleveland, ia diangkat menjadi Marshal untuk Alabama Utara.

Penyakit yang menimpa Helen keller pada saat berumur 19 bulan membuat ia menderita tuli dan buta sebelum ia mengetahui cara membaca dan menulis. Pada saat itu ia diduga mengidap demam otak dan mungkin saja sekarang lebih tepatnya dikenal dengan nama demam scarlet. Karena penyakitnya sejalan bersama pertumbuhannya, ia menjadi anak yang liar dan tidak patuh serta tidak mengenal dengan jelas dunia yang ada disekelilingnya.

Kehidupan Helen keller yang baru dimulai pada Maret 1887 ketika ia berumur kurang lebih 7 tahun. Hari itu merupakan hari yang paling penting yang selalu ia ingat dalam hidupnya, ia kedatangan seorang perempuan Anne Mansfield Sulivan dari Tuscumbia yang menjadi gurunya. Nona Sulivan, merupakan perempuan berumur 20-an lulusan Sekolah khusus orang buta bernama Perkin School. Ia merupakan orang yang mendapatkan penglihatannya kembali melalui serangkaian operasi. Ia datang atas unjuran simpatik Alexander Graham Bell yang merupakan kenalan keluarga Anne. Semenjak hari itu, edua orang tersebut, menjadi guru-murid yang tak terpisahkan hingga kematiannya pada awal 1936.

Nona Sullivan memulai tugasnya untuk mengubah anak yang tidak terkontrol menjadi sosok yang sukses dengan memberikan boneka yang merupakan buatan anak-anak dari sekolah Perkin (sekolah khusus orang cacat yang kemudian dibuat khusus untuk Helen). Dengan mengejakan d-o-l-l (boneka) melalui tangan , ia berharap dapat menghubungkan objek dengan huruf. Helen ternyata belajar dengan cepat dengan metode yang tepat pula, namun ia tidak tahu bagaimana cara untuk mengucapkan kata-kata. Selama beberapa hari, ia banyak belajar mengeja kata-kata baru namun dengan cara yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain.

Suatu hari ia dan “guru”-panggilan Helen untuk Sullivan- pergi ke tempat sumur pompa terbuka. Nona Sullivan mulai memompakan air dan menaruh tangan Helen dibawah keran air tersebut. Begitu air menyentuh tangan Helen, ia mencoba untuk mengeja secara perlahan kata ‘w-a-t-e-r (air) melalui tangan helen yang satunya kemudian semakin cepat. Tiba-tiba, sinyal itu dapat dimengerti oleh pikiran Helen. Ia akhirnya tahu bahwa water (air) adalah zat dingin luar biasa yang mengalir ditangannya. Setelah ia mengerti, ia berhenti dan menyentuh tanah dan menanyakan ejaan untuknya. Pada saat malam tiba, ia sudah mempelajari 30 kata-kata baru.

Sewaktu ia mengecap pendidikan, ia belajar menguasai alphabet dengan cepat, baik manual maupun huruf timbul khusus bagi orang buta serta meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Di tahun 1890, ketika umurnya masih 10 tahun, ia mencoba untuk belajar berbicara. Entah bagaimana ia mengetahui bahwa seorang gadis buta tuli di Norway sudah dapat berbicara dengan baik. Nona Sarah Fuller di Horace Mann School merupakan orang pertama yang menjadi guru vokal untuknya.

Sejak ia masih kecil, ia selalu berkata suatu hari saya akan masuk perguruan tinggi dan akhirnya ia membuktikannya. Pada tahun 1898, ia berhasil masuk ke Cambrige school for young ladies sebelum akhirnya ia masuk ke Radcliffe College pada musin gugur 1900 dan menamatkan sekolahnya pada tahun 1904 dengan prestasi Cumlaude. Selama tahun-tahun berikutnya sampai ia meninggal di tahun 1936, Anne Sullivan selalu berada disampingnya, terus menerus mengeja buku demi buku, ceramah demi ceramah melalui tangan Helen.

Pendidikan formalnya berakhir sewaktu ia menerima gelar Sarjana Muda, namun selama hidupnya ia selalu belajar secara informal hal-hal yang penting bagi masyarakat moderen. Dengan pengetahuannya yang luas serta banyaknya pencapaian dibidang pendidikan, ia dianugerahkan gelar doktor kehormatan dari temple university dan harvard university seta dari universitas Glasgow di Skotlandia; Berlin, Jerman; Delhi, India; dan Witwatersran di Johannesburg Afrika Selatan. Ia juga merupakan peserta kehormatan untuk education institute di Scotland.

Pada tahun 1905, Anne Sullivan menikah dengan John Macy,seorang kritikus dan sosialis terkemuka. Pernikahan tersebut tidak merubah hubungan guru dan murid tersebut. Helen akhirnya tinggal bersama Anne dan suaminya. Keduanya terus memberikan waktu untuk pendidikan dan aktifitas Helen. Selama masih berstatus murid di Radcliffe, Helen memulai karir menulis yang kemudian ditekuninya selama hampir 50 tahun. Pada tahun 1903, The story of My Llife (kisah hidupku) muncul dalam bentuk cerita bersambung di Ladies Home Journal dan kemudian muncul dalam bentuk buku. Merupakan karya yang paling populer dan telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa termasuk Marathi, Pusthu, Tagalog dan Vedu. Juga dibuat dalam bentuk edisi buku tipis di Amerika Serikat. Publikasinya yang lain adalah : Optimis; An Essay; The World I Live In; The song of the stone wall; Out of the Dark; My Religion; Midstream- my later life; Peace at eventide; Helen Keller in Scotland; Helen Keller Journal; Let us have faith; Teacher, Anne Sullivan Macy dan the open door.

Helen Keller adalah wanita tegar yang menjadi inspirasi bagi Dunia, dan ia di kenal sebagai pejuang hak-hak wanita, pembela orang cacat serta pengarang produktif dan sukses.

Helen Keller bisa membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak bisa mengekang manusia untuk sukses, selama ada keyakinan diri, kerja keras dan semangat.

Sumber : www.emotivasi.com

Sabtu, 20 Agustus 2011

pejabat negara korupsi uang separuh negara., who is he ???

sedikit data si eddy

Eddy Tansil (lahir tahun 1954) adalah seorang pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa yang keberadaanya kini tidak diketahui. Ia melarikan diri dari penjara Cipinang, Jakarta, pada tanggal 4 Mei 1996 saat tengah menjalani hukuman 20 tahun penjara karena terbukti menggelapkan uang sebesar 565 juta dolar Amerika (sekitar 1,5 triliun rupiah dengan kurs saat itu) yang didapatnya melalui kredit Bank Bapindo melalui grup perusahaan Golden Key Group.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghukum Eddy Tansil 20 tahun penjara, denda Rp 30 juta, membayar uang pengganti Rp 500 miliar, dan membayar kerugian negara Rp 1,3 triliun. Sekitar 20-an petugas penjara Cipinang diperiksa atas dasar kecurigaan bahwa mereka membantu Eddy Tansil untuk melarikan diri.

Sebuah LSM pengawas anti-korupsi, Gempita, memberitakan pada tahun 1999 bahwa Eddy Tansil ternyata tengah menjalankan bisnis pabrik bir di bawah lisensi perusahaan bir Jerman, Becks Beer Company, di kota Pu Tian, di propinsi Fujian, China.

Pada tanggal 29 Oktober 2007, Tempo Interactive memberitakan bahwa Tim Pemburu Koruptor (TPK) - sebuah tim gabungan dari Kejaksaan Agung, Departemen Hukum dan HAM, dan Polri, telah menyatakan bahwa mereka akan segera memburu Eddy Tansil. Keputusan ini terutama didasari adanya bukti dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) bahwa buronan tersebut melakukan transfer uang ke Indonesia satu tahun sebelumnya.

sedikit kutipan berita yg ane dapat
Tentang sulitnya melaksanakan eksekusi itu bisa dilihat dari contoh-contoh di bawah ini. Pertama, aset tanah seluas 8.000 meter persegi di Pademangan, kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Tanah ini termasuk aset yang harus disita. Tapi upaya ini menemui ganjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Adik Eddy Tansil yang bernama Hartono Hadisurjo melalui verset membantah bahwa tanah itu milik Eddy Tansil. Hartono bahkan berani mengklaim bahwa lahan itu adalah miliknya atas nama PT Graha Mega Pratama, perusahaan tempat ia menjadi direktur utamanya. Oleh PN Jakarta Pusat, melalui sidang yang dipimpin Hakim I Gde Ketut Sukarata, 27 Maret 1996, Hartono dimenangkan. Alasannya, tanah tadi adalah milik Graha Mega, bukan milik Eddy Tansil.

Kedua, kesulitan serupa juga terjadi ketika penyitaan hendak dilakukan atas aset yang berupa dua buah pulau, di utara Kabupaten Serang, Jawa Barat, yaitu Pulau Tarahan dan Pulau Panjang. Dalam persidangan, kedua pulau tersebut, secara berturut-turut, diakui sebagai milik Eddy Tansil dan Indriana Tansil. Tapi, eksekusi penyitaan menemui kesulitan: pihak pemerintah daerah setempat juga menyatakan berhak atas kedua pulau tadi.

Ketiga, dan ini yang membuat pemerintah kecolongan, adalah aset lahan tempat pabrik Golden Key itu sendiri akan didirikan. Tanah seluas 60 ha, yang merupakan bagian terbesar dari lahan pabriknya, justru berstatus milik negara. Antara lain tanah ini pulalah yang dijadikan agunan untuk meminta kredit. Ini sebuah bukti bagaimana lihainya Eddy Tansil: bagaimana bisa, tanah negara dijadikan jaminan untuk meminta kredit kepada bank pelat merah? Apakah dengan demikian pemerintah harus menyita asetnya sendiri? Kata anak-anak Betawi: itu sama juga boong.

Tak berarti, dari perkara Eddy Tansil ini pihak Kejaksaan Agung tak berhasil menyita apa pun. Selama tahun 1996, Kejaksaan Agung telah berhasil menyita sejumlah aset Eddy Tansil dan diserahkan kepada Bapindo. Pada tanggal 12 Maret 1996, misalnya, Kejaksaan Agung menyerahkan uang kontan sejumlah sekitar Rp 46,3 miliar dan US$ 2.882. Tak dijelaskan oleh Kejaksaan Agung, uang milik Eddy ini disita dari mana.

Tiga hari berikutnya, 15 Maret 1996, menyusul diserahkan aset berupa tiga pabrik. Yakni, pabrik PT Graha Swakarsa Prima yang menguasai aset berupa lahan 164.927 meter persegi di kecamatan Bojonegara, Serang, Jawa Barat; pabrik PT Pusaka Warna Polyprophylene yang memiliki aset lahan seluas 99 ribu meter persegi, juga di kecamatan Bojonegara, Serang; dan pabrik PT Materindo Supra Metal Works yang luas tanahnya 51.255 meter persegi di Gunung Putri, Cibinong.

Tapi, tidak semua pabrik ini dalam keadaan beroperasi, malah PT Pusaka Warna, misalnya, masih berupa hamparan lahan kosong karena pabriknya belum dibangun. Hanya Materindo Supra Metal, pabrik perakitan komponen mesin, yang memang dalam keadaan aktif.

Pada tanggal 15 Maret 1996 juga disita dan diserahkan kepada Bapindo surat-surat tanah, bangunan, kendaraan bermotor dan peralatan kantor. Berapa persisnya nilai sejumlah aset yang diserahkan tersebut, hingga sekarang masih ditaksir oleh pihak Bapindo.

Selain itu, Kejaksaan Agung juga telah menyerahkan harta Eddy Tansil berupa aset PT Glasfibindo Indah, PT Hamparan Rejeki, dan aset PT Sukma Beta Sempurna. Dua perusahaan yang disebut pertama diserahkan kepada BDN, sedangkan yang disebut terakhir diserahkan kepada BBD. Terhadap aset ini bank-bank tersebut berhak untuk menguasai kepemilikan dan manajemennya. Atau juga, menjualnya. Tentang berapa besar nilainya, kedua bank pemerintah tersebut sedang menghitungnya.

Setelah Eddy Tansil kabur dari penjara, 4 Mei 1996 lalu, dilakukan juga penyitaan harta Eddy yang lain. Misalnya, pada tanggal 8 Mei 1996, Kejaksaan Agung menyita harta Eddy Tansil di Bank Danamon cabang Jakarta Kota lebih dari Rp 2,5 miliar. Dua hari kemudian, 10 Mei 1996, disita tanah, bangunan, dan peralatan pabrik PT Cilegon Multi Wahana Service dan tanah, bangunan, dan peralatan pabrik PT Dinamika Erajaya. Kedua pabrik ini berlokasi di desa Argawana, kecamatan Bojonegara, Serang, Jawa Barat.

Seperti telah disebutkan, terlambatnya penyitaan ini kemungkinan besar karena harta-harta itu tidak atas nama Eddy Tansil. Misalnya saja aset PT Cilegon Multi Wahana, secara formla ini adalah milik Nyonya Metty Hasan, saudara tiri Eddy. Menurut siaran pers Kejaksaan Agung, aset tersebut baru dipastikan sebagai milik Eddy Tansil setelah dilakukan pemeriksaan intensif terhadap diri Nyonya Metty Hasan.

Pada tanggal 10 Mei 1996 itu juga, Kejaksaan Agung menyita aset berupa dua bidang tanah. Yaitu, tanah seluas 358 meter persegi dan bangunan yang ada di atasnya yang terletak di Jl. Ciranjang No. 27, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan 528 meter persegi tanah dan bangunan yang ada di atasnya yang terletak di Jl. Wijaya Timur Raya No. 115, kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tanggal 14 Mei 1996, Kejaksaan Agung juga menyita tanah seluas 1.550 meter persegi dan 4 bangunan di atasnya beserta isinya di kawasan peristirahatan Sirnagalih, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut Kejaksaan Agung, informasi mengenai keberadaan harta ini sebagai milik Eddy Tansil baru diperoleh tanggal 13 Mei 1996. Dan sampai pekan ini, belum jelas benar berapa persisnya nilai aset-aset tersebut.

Bila harta Eddy Tansil di dalam negeri saja sudah demikian sulit dilacak, apalagi yang ada di luar negeri. Untuk melacaknya saja, pemerintah, khususnya Kejaksaan Agung dan Departemen Keuangan, menyewa jasa investigator Kroll Associates dari Amerika. Menurut Jaksa Muda Pidana Khusus Yunan Sawidji, Kejaksaan Agung juga menggerakkan Atase Kejaksaan di Hong Kong dan minta bantuan Kejaksaan Agung RRC. Untuk yang di luar negeri ini, kalau pelacakan membawa hasil, penyitaan, yang merupakan tahap berikutnya, bisa jadi lebih sulit lagi.

Sudah semestinya, upaya ini tidak berhenti di tengah jalan, setidaknya sampai harta negara yang harus ditarik kembali dari kasus ini kembali: Rp 1,3 triliun plus uang pengganti Rp 500 miliar. Sejauh ini, menurut Kepala Humas Kejaksaan Agung, selain rumah dan pabrik yang disita yang belum ditaksir nilainya, barulah uang kontan Rp 100 miliar yang diserahkan pada Bapindo sebagai sebagain pembayaran kerugina negara.

Tapi tak berarti setelah lunas semua, umpamanya, lalu boleh dilupakan pengejaran terhadap si terpidana yang kabur itu, yang berada di belakang pembobolan itu: Eddy Tansil.

Siapa tahu setelah harta-hartanya disita, hal-hal yang belum jelas sampai sekarang menjadi jelas. Misalnya, mengapa Eddy Tansil membeli saham milik Hutomo Mandala Putra, setelah kredit pertama cair. Juga, siapa sebenarnya yang memerintahkan mencairkan kredit dari Bapindo untuk Eddy. Sjahrial, salah seorang direktur Bapindo yang dijatuhi hukuman, bersikukuh di pengadilan bahwa sebelum mencairkan kredit itu ia bertemu Menteri Keuangan kala itu, Sumarlin. Tapi ternyata Menteri Sumarlin waktu itu berada di Irian Jaya, berdasarkan bukti-bukti dan saksi-saksi. Adakah Sjahrial salah menyebut tanggal, atau salah menyebut orang?

Misteri apa yang dibawa lari oleh Eddy Tansil?




SUMBER: KASKUS

Minggu, 31 Juli 2011

anak jakarta yang kini sukses dan menjadi terkaya di amerika


Nama Sehat Sutardja mungkin terdengar asing dan tidak familiar di Indonesia. Tapi di Amerika Serikat sana, siapa yang tidak mengenal Sehat? Sehat adalah sebagian dari cerita sukses perjuangan seorang imigran yang tetap mengagungkan ilmu untuk meraih sukses. Sadar menjadi cerdas di Indonesia tak bakalan dihargai oleh negara, ia hijrah ke AS saat usianya masih 19 tahun.
Ia pun memilih tinggal dan menjadi warga AS. Siapa sangka, Sehat kini termasuk salah satu orang terkaya di negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS).
Bersama kakaknya, Pantas Sutardja, Sehat mendirikan Marvell Technology Group, perusahaan yang terdaftar dan go public di indeks bursa Nasdaq New York Stock Exchange.
Namanya tercantum dalam majalah Forbes dengan kekayaan bersih 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp. 10 triliun (kurs Rp. 10 ribu per dolar AS). Ia masuk dalam kategori Exclusive Billioners Club untuk pertama kalinya di tahun 2007. Perjuangan Sehat bersama tiga orang teman menembus industri semikonduktor di AS bisa menginspirasi ketika seseorang yang bukan siapa-siapa menjadi apa-apa. Kini Marvell, perusahaan yang dibentuknya tahun 1995, berkibar sebagai perusahaan yang paling dipercaya publik tahun 2005. Hanya dalam waktu 10 tahun!
Bukan cuma itu, Marvell tercatat sebagai One Of The Best Managed Company In America dan menjadi salah satu dari daftar 10 besar perusahaan semi-conductor. Semuanya bergengsi karena yang memilihnya adalah majalah Forbes, majalah referensi utama ekonomi dunia.
Kisah Sehat Sutardja dimulai saat ia kelas 6 sekolah dasar di Jakarta sekitar tahun 1970-an. Ia baru menyadari ketertarikannya pada bidang elektronik (komputer belum populer saat itu). Ia menyampaikan kepada orangtuanya bahwa ia bakal berkarir di bidang elektronik. Orangtuannya heran. Maklumlah, tahun 1970-an, karier di bidang elektronik berarti menjadi tukang reparasi radio dan syukur-syukur TV yang masih jarang waktu itu. Padahal, Sang bapak dan Ibu ingin Sehat menjadi dokter.
Saat kecil, Sehat sudah bermimpi menciptakan hal-hal hebat yang muncul dari elektronik. Dia mulai dengan elektronika saat tanpa sengaja menemukan buku fisika milik saudaranya yang membahas soal listrik, rangkaian, kapasitor, resistor dan sebagainya.
30 tahun setelah itu, ia bukan saja mewujudkan mimpinya. Ia bahkan membuat bangga Indonesia meski tak lagi menjadi WNI. Tamat SMA di Kolese Kanisius, Jakarta, Sehat yang memiliki otak cerdas berpikir sekolah di Indonesia belum menghargai ilmu.
Bermodalkan semangat, ia melamar di University of California, Berkeley, AS. Diterima di universitas bergengsi tak berarti jalan hidup Sehat lurus-lurus saja. Pada 1995, Sehat berpikir bahwa bila ingin sukses ia harus memiliki perusahaan sendiri.
Maka, bersama Pantas Sutardja (kakaknya) dan istrinya, Weili Dai, mereka mengumpulkan duit lalu mendirikan perusahaan IT, Marvell Group. Tahun-tahun awal dilalui dengan sukses berat. Mereka bekerja tak kenal waktu siang dan malam demi kesempurnaan produknya.
Mereka bahkan tidak menggaji diri mereka sendiri dan hidup dalam kesederhanaan. Jarang sekali mereka bertemu dengan keluarga. Bahkan saat produk pertama mereka muncul di pasaran, mereka masih harus berjuang keras meyakinkan pembeli untuk membeli produk mereka tersebut.
Akhirnya mereka berhasil. Tahun 2003, Ernest & Young menganugerahi Sehat dan istrinya sebagai Entrepreneur of the Year atas kegigihan mereka dalam inovasi, kepemimpinan teknologi, dan kesuksesan bisnis. Marvell bermarkas di Sunnyvale, AS. Hanya butuh waktu 10 tahun untuk membesarkan Marvell.
Siapa yang mengira hanya dalam waktu 10 tahun, Sehat memimpin 3400 karyawan. Dan di Indonesia, barangkali kita bisa menikmati karya - karya Sehat.
“Belajarlah sebanyak mungkin, tentang software, biologi, fisika lanjutan, semua hal. Mengetahui satu jenis pengetahuan saja tidaklah cukup. Banyak orang berhenti belajar ketika mereka ingin menjadi seorang pengusaha. Itu adalah kesalahan terbesar yang ada.”

Minggu, 12 Juni 2011

about me

Satu, dua tiga
Aku mulai berhitung
Lalu aku mulai membaca
Kemudian aku menuliskan sesuatu
Itulah hidupku
Hanya calistung yang kulakukan
Lalu berusaha dan berjuang
Tak ada yang lain
Karena aku suka itu
Aku tak ingin komentar
Aku hanya ingin menuliskan
Ya.. menuliskan sesuatu
Sesuatu yang dapat ditulis
Karena aku hidup dengan kata
Dengan kata yang selalu aku tulis
Entah dimanapun aku menuliskannya
Tapi kata adalah bagian hidupku
Itu nyata dan bukan karangan belaka
Semua itu memang asli
Karena itu semua adalah
Sebuah kata-kata yang kutulis

dizzy

Entahlah aku tak tahu
Aku tak mengerti
Atau mungkin
Aku tak mau tahu
Tapi beginilah aku
Biarpun aku tak mengerti
Tapi aku suka
Itulah kenyataannya
Tak ada yang dapat dipungkiri
Semua ini benar
Dan semua itu tak salah
Ya.. memang seperti ini
Bukanlah seperti itu
Semua ini asli
Semua ini tanpa rekayasa
Mungkin ini sudah nasibku
Aku memang tak mengerti
Dan takkan pernah mengerti
Sampai aku bisa mengerti
Hanya itu
Ya memang hanya itu
Dan Berakhirlah

Selasa, 24 Mei 2011

LCC UUD NRI 1945 MAKROBA 2011

Tim lcc uud makroba yang terdiri dari Kurrotu ‘Aini(X1),Ratih Fitriani(X2),Nidatul Khasanah(X4),Muhammad Isnandar(X4),dan Fitria Fathurrahman(X5) melaksanakan seleksi kabupaten pada tanggal 10 februari 2011. Pada seleksi itu alhamdulillah tim lcc uud mendapat juara ke 3 dan berhak menjadi salah satu wakil kabupaten bantul di ajang seleksi lcc uud tingkat provinsi.
Sebelum melaksanakan seleksi tingkat provinsi pada tanggal 21-23 mei 2011. Tim lcc uud makroba menambah 5 personil karena syarat dalam seleksi provinsi harus terdiri dari 10 orang dan 5 personil tersebut adalah Rani Nurul(X2), Siti Mar’atun(X5), Ulfa Lutfiana(XI IPA 1), Nur Aisyah(XI IPA 2), Na’ni Rohmatul(XI IPS 2). Setelah personil tim lcc uud lengkap 10 anak, mereka selalu berlatih dengan di dampingi guru-guru tercinta yaitu ibu Siti Rochmawati S.Pd dan ibu Nurrokhmah S.Pd yang setia membimbing tim lcc uud dengan memberikan berbagai materi lomba dan trik-trik dalam berlomba.
Akhrirnya pada hari sabtu, 21 Mei 2011 tim lcc uud berangkat ke gedung P4TK untuk check-in kemudian pembukaan seleksi tingkat provinsi. Keesokan harinya tim lcc uud makroba berangkat ke gedung UC UGM bersama 18 sekolah wakil dari seluruh kabupaten di Provinsi DIY untuk melaksanakan seleksi lcc uud tingkat provinsi. Meskipun akhirnya tim lcc uud makroba tersingkir dibabak penyisihan tapi mereka mendapat banyak pelajaran dan manfaat. Semoga tim lcc uud makroba tahun 2012 bisa lebih baik dan menjadi wakil dari Yogyakarta untuk melaksanakan cc uud tingkat nasional. Aamin


By: aikochi(X4), V3@_bagoezz(X5)